Aneka Net Logo
V2 Pro
Corporate Naming Standard

CORPORATE
NAMING STANDARD

Kerangka kerja identitas terpadu untuk memastikan setiap layanan corporate dapat dilacak secara presisi di seluruh ekosistem perangkat jaringan Aneka Net.

Customer ID
Service ID
Circuit ID
VLAN Teknis
PT Aneka Teguh Jaya • NOC & Network Engineering
Versi 2.0 — Juni 2026
Agenda

Alur Pembahasan

Framework diskusi dirancang secara sekuensial — dari identifikasi masalah hingga standar teknis yang siap dieksekusi.

02
01 • Kendala
Naming existing inkonsisten, sulit di-trace lintas perangkat.
02 • Ide
Pisahkan identitas pelanggan, layanan, jalur, dan VLAN.
03 • Solusi
Standar format untuk Huawei, MikroTik, dan database.
04 • Proyeksi
Transport Layer 2 dan integrasi dokumentasi di masa depan.
05 • Konklusi
Implementasi dilakukan bertahap, zero impact ke layanan existing.
01 • KENDALA

Naming Existing
Belum Seragam

Seiring bertambahnya perangkat jaringan, penamaan yang tidak terstandarisasi menjadi silent bottleneck — memperlambat setiap proses tracing, audit, dan troubleshooting secara signifikan.

Customer IDService IDCircuit IDVLAN
Root Cause Analysis

Kendala di Baseline Existing

Informasi tersedia, namun tidak membentuk satu ekosistem identitas yang saling terkait.

04
🔀 Format Heterogen
Variasi separator (dash, kurung, titik, spasi), perbedaan kapitalisasi, dan inkonsistensi singkatan. Contoh: MafaNet(Maliki), DIDI-HJ.EFENDI(Prt-Yakub)
⚡ Konteks Port ≠ VLAN
Nama pelanggan akurat di port description, namun interface VLAN/queue menggunakan terminologi yang sama sekali berbeda — membingungkan saat cross-reference.
🏷️ VLAN Bukan Identitas Utama
VLAN digunakan juga untuk kebutuhan internal: management, backbone, OSPF, TR069, PPPoE. Menjadikan VLAN sebagai primary ID pelanggan adalah celah arsitektural.
Dampak Operasional
Response time NOC lambat: Tracing service manual dari router core ke switch distribusi memakan waktu.
🔧 Risiko miskonfigurasi tinggi: Potensi salah eksekusi VLAN atau port karena identifikasi pelanggan ambigu.
📊 Audit tidak efisien: Validasi bandwidth corporate memerlukan pencocokan lintas dashboard secara manual.
🔗 Sulit mapping multi-service: Pelanggan dengan lebih dari 1 layanan tidak memiliki benang merah identitas.
02 • IDE

Pisahkan Identitas
dan Jalur Teknis

Customer ID untuk entitas pelanggan, Service ID untuk layanan spesifik, Circuit ID untuk topologi jalur fisik, dan VLAN untuk layer teknis lokal — empat lapisan independen yang harmonis.

Customer IDService IDCircuit IDVLAN
Identity Architecture

4-Level Identity Framework

Dengan memisahkan layer logikal dan fisikal, rotasi VLAN atau migrasi port tidak akan pernah merusak identitas layanan pelanggan.

06
Level HierarkiFormat / ContohFungsi & Karakteristik
Customer IDC0005Identitas permanen profil pelanggan. Tidak pernah berubah walaupun layanan bertambah atau lokasi berpindah.
Service IDC0005-INET-TELNI-01Identitas layanan internet spesifik. Satu pelanggan corporate bisa memiliki banyak Service ID di berbagai POP.
Circuit IDCIR-PMT-TELNI-001Penanda jalur fisik/logical (trunk, backbone, inter-POP). Memperjelas gambaran topologi end-to-end.
VLAN IDV1677Atribut teknis Layer 2 switch lokal. Boleh dimodifikasi sewaktu-waktu sesuai kebutuhan segregasi atau QoS.
03 • SOLUSI

Standar Format
Lintas Perangkat

Aturan penamaan yang dirancang seringkas mungkin untuk kenyamanan input via CLI, namun tetap kaya metadata untuk diekstraksi ke sistem database dan NMS.

Customer IDService IDCircuit IDVLAN
Technical Specification

Format Penamaan Konkret

Pedoman penulisan description untuk perangkat Huawei dan MikroTik.

08
🖧 Huawei Port Description
C0005-INET-TELNI-01_BOBY_SUNGAI_RAMBAI_V1677_100M
📋 Huawei VLAN Description
C0005-INET-TELNI-01_BOBY_SUNGAI_RAMBAI
⚙ MikroTik VLAN / Queue
VLAN: v1677-C0005-BOBY
Queue: Q-C0005-BOBY-100M
Comment: C0005-INET-TELNI-01 | BOBY SUNGAI RAMBAI | V1677 | 100M
📐 Aturan Penulisan Utama
UPPERCASE wajib untuk seluruh description Huawei guna menjaga konsistensi visual.
✦ Gunakan Underscore ( _ ) sebagai pemisah kata di Huawei — karena spasi dikenali sebagai argumen perintah baru di dalam CLI.
Service ID selalu diletakkan di awal untuk mempermudah eksekusi filter pencarian (grep/include).
VLAN ditulis di posisi belakang sebagai sekadar atribut tambahan, bukan sebagai pondasi identitas.
Database NetBox / Spreadsheet tetap menjadi Single Source of Truth otoritatif untuk bandwidth.
Before & After

Konversi Baseline Existing → Standar

Contoh transformasi identitas dari penamaan yang ad-hoc menjadi format deterministik.

09
❌ Existing (Format Ad-Hoc / Legacy)✅ Standar Baru (Huawei Port Description)
GE0/2/5 MafaNet(Maliki)
VLAN 1654 limitasi MafaNet
C0001-INET-PMT-01_MAFANET_MALIKI_V1654_200M
GE0/2/4 Kecamatan BramItam
VLAN 1652 qos 40M
C0002-INET-PMT-01_KEC_BRAM_ITAM_V1652_40M
GE0/2/3 DIDI-HJ.EFENDI(Prt-Yakub)
VLAN 1668
C0003-INET-PMT-01_DIDI_HJ_EFENDI_PRT_YAKUB_V1668_300M
25GE0/2/18 Sulaiman(Nabila.Net)
VLAN 1651 / 1678
C0004-INET-PMT-01_SULAIMAN_NABILA_NET_V1651_600M
⚠ Catatan: Validasi penggunaan VLAN 1678 sebelum dieksekusi
POP TELNI BOBY SungaiRambai
VLAN 1677
C0005-INET-TELNI-01_BOBY_SUNGAI_RAMBAI_V1677_100M
Return on Investment

Benefit Operasional & Strategis

Efek standarisasi ini dapat langsung dirasakan oleh tim NOC, Provisioning, hingga Network Engineering.

10
Tracing Service Instan
Cari Service ID satu kali, langsung tervalidasi di router MikroTik, switch distribusi, manajemen queue, dan database.
Zero Miskonfigurasi
Parameter teknis (VLAN, port, alokasi bandwidth) jauh lebih mudah divalidasi silang, meminimalisir asumsi teknisi.
Audit Lebih Presisi
Menentukan status link aktif, SLA layanan, dan jalur topologi bisa dilakukan via query, bukan tebak-tebakan.
Fondasi Integrasi NMS
Format ID ini siap (kompatibel penuh) untuk diekspor ke monitoring tools (Zabbix/Libre), NetBox IPAM, atau billing.
Skalabilitas Tinggi
Satu entitas pelanggan bisa ekspansi hingga ratusan service tanpa takut terjadi duplikasi atau konflik penamaan.
Knowledge Sharing
Kurva pembelajaran sangat rendah. Teknisi NOC junior bisa langsung memahami mapping jaringan dalam 10 menit.
04 • PROYEKSI KE DEPAN

Lebih Siap untuk
Evolusi Jaringan

Penerapan standar ID memastikan data operasional layanan tetap stabil, tak tergoyahkan kendati topologi fisik, nomor VLAN, alokasi port, atau infrastruktur hardware di-upgrade di masa mendatang.

Customer IDService IDCircuit IDVLAN
Strategic Roadmap

Proyeksi Pengembangan

Fokus kita bukanlah mengganti konfigurasi sekaligus — melainkan secara taktis merapikan layer visibility tanpa interupsi.

12
Fase 1: Saat Ini
Rapikan metadata nama dan description pelanggan existing tanpa merubah konfigurasi service traffic sama sekali.
Fase 2: Tahap Berikut
Implementasi Master Database yang mencatat: Cust ID, Service ID, Circuit ID, VLAN, Bandwidth, POP, Port, dan Status.
Fase 3: Jangka Panjang
Mulai integrasi ke sistem automasi NMS, program audit corporate berkala, dan persiapan ekspansi layanan Transport Layer 2.
05 • KESIMPULAN

Inisiatif Kecil,
Leverage Maksimal

Dimulai dari merapikan baris description yang sederhana di dalam router, berkembang organik menjadi fondasi pangkalan data layanan yang presisi, tangguh, dan sangat bisa diandalkan secara Enterprise.

Customer IDService IDCircuit IDVLAN
Action Items

Langkah Implementasi Bertahap

Rekomendasi eksekusi didesain agar sangat aman bagi kelangsungan operasional bisnis saat ini.

14
1
Tetapkan Format Final sebagai Kebijakan Resmi
Sepakati bersama tim struktur penamaan: Customer ID, Service ID, Circuit ID, alokasi VLAN, serta konvensi shortname pelanggan.
2
Terapkan pada Pelanggan Corporate Prioritas Utama
Fokuskan perubahan awal pada pelanggan corporate aktif yang profilnya paling sering di-troubleshoot (Benefit maksimal & Instan).
3
Update Parameter 'Description' Terlebih Dahulu
Prioritaskan perubahan hanya pada Huawei interface description & MikroTik comment karena ini dijamin zero impact pada trafik.
4
Eksekusi Rename Object di Window Maintenance
Ubah nama teknis objek (seperti VLAN Interface Name / Queue Name) hanya di tengah malam saat window maintenance.
5
Jadikan Master Database sebagai Sumber Tunggal
Dokumentasikan seluruh perubahan. Database operasional mutlak menjadi Single Source of Truth terhadap parameter layanan.
Toolkit & Cheat Sheet

Format Standar & Naming Generator

Gunakan referensi format disepakati dan interactive tool di bawah ini untuk mempercepat adaptasi standardisasi penamaan bagi tim.

15
Format Final Kesepakatan Tim
Huawei Interface (Port / VLAN):
<SVC-ID>_<CUSTOMER>_V<VLAN>_<BW>
MikroTik Object (Interface / Queue):
v<VLAN>-C<ID>-<SHORTNAME>
Master Database Metadata:
Single source of truth otoritatif
Preset Data:
Huawei Port
Huawei VLAN
MikroTik Intf